PERTAMBANGAN DAN MINERBA


BIDANG PERTAMBANGAN UMUM


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan batubara, bahan galian dibagi menjadi :
1)    Mineral, mineral terdiri atas :

Mineral Logam meliputi mineral logam meliputi litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium, emas, tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, mangaan, platina, bismuth, molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium, kromit, antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium, neodymium, hafnium, scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium, iridium, selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin;

Mineral Bukan Logammeliputi intan, korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu kuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen;

Batuan meliputi pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit, basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, topas, batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah (laterit), batu gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam atau unsur mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan;

Mineral Radioaktif Meliputi Radium, Thorium, Uranium, Monasit dan bahan radioaktif lainnya.

2)    Batubara meliputi bitumen padat, batuan aspal, batubara, dan gambut. Berdasarkan nilai kalorinya Batubara dikelompokkan menjadi batubara kualitas rendah, sedang dan tinggi.

Kegiatan Usaha Pertambangan di Provinsi Jambi meliputi usaha pertambangan batubara, bijih besi, emas dan mineral pengikutnya, granit, andeseit, pasir kuarsa, serta pasir dan kerikil.

A.    KONDISI PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
Pengusahaan pertambangan mineral dan batubara di Provinsi Jambi berkembang dengan pesat, hal ini di tandai dengan banyaknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral dan Batubara yang telah di terbitkan oleh Pemerintah Kabupaten/kota. Sebagian besar Pengusahaan pertambangan yang ada merupakan Pertambangan Batubara, sedangkan sebagian lagi mengusahakan Bijih Besi, Emas dan Kuarsa.

Kondisi bulan Oktober Tahun 2015 Kegiatan Usaha Pertambangan di Provinsi Jambi sebanyak 80 dalam tahap Ekplorasi dan 116 dalam tahap Operasi Produksi. Selain Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Jambi juga terdapat 3Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).Produksi Batubara di Provinsi Jambi dihasilkan oleh Kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangun,Tanjung Jabung Barat, Batanghari dan Muaro Jambi. Sedangkan untuk Bijih Besi di Provinsi Jambi di Produksi oleh PT. Sitasa Energi yang terletak di Desa Baru Nalo Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin. Produksi Bijih Besi tahun 2013 mencapai 148.657 ton, sedangkan pada tahun 2014 mencapai 30.003 ton

Jumlah Produksi Batubara dan Bijih Besi dapat dilihat pada data dibawah ini :

JUMLAH PRODUKSI BATU BARA DAN BIJI BESI
TAHUN BATUBARA BIJI BESI
2009 2.690.971 213.276
2010 4.175.424 305.081
2011 7.760.173 527.096
2012 7.118.038 116.401
2013 7.737.549 148.657
2014 7.797.959 30.003
2015 4.874.877 ---