GEOLOGI DAN AIR TANAH



A.    GEOLOGI PROVINSI JAMBI
Susunan batuan di wilayah Jambi sangat bervariasi, terdiri dari :

  1.      Endapan Permukaan
  2.      Batuan Sedimen
  3.      Batuan Malihan
  4.      Batuan Gunung Api
  5.      Batuan Terobosan


Endapan Permukaan, dikelompokkan dalam satuan Endapan Alluvium, Endapan Rawa dan Endapan Undak. Endapan ini terdiri dari komponen batuan lepas berupa bongkah, kerakal, kerikil, pasir, lanau, lumpur dan lempung yang mengandung sisa tumbuhan, berumur Kuarter, Resen.

Batuan Sedimen, berumur Permo – Karbon hingga Pliosen. Formasi batuan dari umur tua ke muda adalah sebagai berikut :

  1.      Formasi Mentulu (Permo-Karbon)
  2.      Formasi Mengkarang (Perem)
  3.      Formasi Peneta, Asai, Tabir, Rawas (Jura)
  4.      Formasi Talangakar (Oligo Miosen)
  5.      Formasi Seblat, Papanbetupang, Hulu Tumpang (Oligo Miosen)
  6.      Formasi Kumun, Lanau, Airbenakat, Gumai, Kasiro (Oligo Miosen)
  7.      Formasi Muaraenim, Lakitan (Mio-Pliosen)
  8.      Formasi Bintunan, Pengasih (Pliosen)


Formasi ini terdiri dari batupasir, batulempung, dengan sisipan batubara, batulanau, serpih, tuf, tuf pasiran, batupasir tufan, batupasir gampingan, batugamping, konglomerat polemik dan breksi.  Batuan malihan, terbagi atas Formasi Pengabuhan, Mentulu, Anggota Condong, Formasi Mentulu, dan Formasi Gangsal, berumur Permo-Karbon; terdiri tuf meta, sabak, sabak berbintik, batutanduk, filit, sekis, dan batupasir meta. 

Batuan Gunung Api, berumur Perem hingga Kuarter. Satuan batuan ini terdiri dari tuf litik, lava bersusunan andesitik-basaltik, breksi gunungapi, tuf, lava bersusunan riolit, dasit dan andesit, tuf andesit dan tuf kristal.

Batuan Terobosan, yang berlangsung dalam empat periode, pada Jura, Paleo Miosen, Miosen dan Pliosen. Batuan ini terdiri dari batuan granodiorit, andesit, basal, diorit, dasir, riolit, granit biotit, granit horenblenda dan sienit.

Sejarah struktur daerah Provinsi Jambi meliputi kegiatan tektonik sejak Paleozoikum Akhir sampai Resen. Unsur struktur utama dari batuan di daerah ini adalah pelipatan dan pensesaran. Struktur regional yang terdapat di Jambi merupakan bagian dari Sesar Besar Sumatera berarah barat laut-tenggara. Disamping itu juga terdapat sesar sekunder yang memotong sesar utama tersebut. Struktur lipatan dan kekar pun banyak dijumpai.

B.    POTENSI MINERAL DAN BATUBARA
Provinsi Jambi miliki potensi bahan galian yang begitu banyak, mulai dari batuan, mineral logam, mineral non logam sampai batubara serta Minyak Bumi dan Gas Bumi.

1)    BATUBARA
Batubara merupakan bahan tambang utama yang telah diproduksi di Provinsi Jambi. Potensi Batubara hampir terdapat di seluruh Kabupaten di Provinsi Jambi kecuali Kabupaten Kerinci, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi. Sebagian besar batubara di Provinsi Jambi tergolong batubara dengan kualitas rendah dengan nilai kalori berkisar anatara 4.800 s/d 5.300 Kkal/Kg. Saat ini Kabupaten penghasil batubara terbesar di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Bungo.

Sumber Daya Batubara di Provinsi Jambi sebanyak 2.115,70 Juta Ton yang terdiri dari :
     Hipotetik    :       190,84 Juta Ton
     Tereka       :    1.508,66 Juta Ton
     Terunjuk    :       243,00 Juta Ton
     Terukur      :       173,20 Juta Ton

Sebaran Batubara di Provinsi Jambi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

NO

KABUPATEN

LOKASI

KETERANGAN

1

Bungo

Mampun Pandan, Kec. Rantau Pandan.

Cadangan terukur 40 juta ton. Nilai Kalori 6.160 kal/g.

2

Bungo

Daerah Jujuhan, Kec. Jujuhan

Hipotetik 157 juta ton. Bekas wilayah PT. NTC yang sudah dikembalikan

3

Bungo

Daerah Sungai Serdang/ Sungai Beringin Kec. Pelepat

Cadangan terukur 9,75 juta ton. Nilai kalori antara 5.205-6.075 kal/g.

4

Tebo

Daerah Lubuk Mandarsah, Kec. Tengah Ilir

Cadangan S. Buluh seluas 25 ha : 210.356 ton. Nilai kalori 4.915-4.957 kal/g.

5

Tebo

Daerah Mangupeh, Kec. Tengah Ilir

Indikasi Batubara berupa singkapan.

6

Sarolangun

Daerah Mengkua, Kec. Limun

Cadangan Tereka 58 juta ton. Nilai kalori 4.685-5.630 kal/g

7

Sarolangun

Daerah Mensao, Kec. Limun

Cadangan Terukur 1,5 juta ton dan Tereka 34 juta ton. Nilai kalori 4.980-6.885 kal/g.

8

Sarolangun

Daerah Air Meruap, Kec. Sarolangun

Cadangan Terukur 32,4 juta ton. Nilai kalori 5.250-5.640 kal/g.

9

Sarolangun

Daerah Guruh Baru, Kec. Mandiangin

Nilai kalori 4.820-5.455 kal/g.

10

Sarolangun

Daerah Lubuk Resam, Kec. Limun

Indikasi Batubara berupa singkapan.

11

Sarolangun

Daerah Sungai Telisa, Kec. Pauh

Indikasi Batubara berupa singkapan.

12

Sarolangun

Daerah Lubuk Kepayang, Kec. Pauh

Indikasi Batubara berupa singkapan.

13

Sarolangun

Daerah Sukadamai, Kec. Mestong

Indikasi Batubara berupa singkapan.

14

Sarolangun

Daerah Lubuk Napal, Kec. Pauh

Indikasi Batubara berupa singkapan.

15

Sarolangun

Daerah Sungai Dingin, Kec. Limun

Ketebalan 1 – 7. Nilai kalori 3.318-6.359 kal/g.

16

Sarolangun

Daerah Sekeladi, Kec. Batang Asai

Indikasi Batubara berupa singkapan.

17

Merangin

Daerah Sungai Gedang, Kec. Pamenang

Cadangan Terukur 2,25 juta ton. Nilai kalori 4.171-5.750 kal/g.

18

Merangin

Daerah Lubuk Gaung, Kec. Bangko

Indikasi Batubara berupa singkapan.

19

Merangin

Daerah Bedeng Rejo, Kec. Bangko

Indikasi Batubara berupa singkapan.

20

Merangin

Daerah Tanjung Putus, Kec. Tabir Ulu

Indikasi Batubara berupa singkapan.

21

Merangin

Desa Tanjung Putus, Kec. Tabir Barat

Indikasi Batubara berupa singkapan.

22

Merangin

Desa Muara Jernih Kec. Tabir Barat

Indikasi Batubara berupa singkapan.

23

Merangin

Desa Bedeng Rejo, Kec. Tiang Pumpung

Indikasi Batubara berupa singkapan.

24

Merangin

Desa Tanjung Benuang Kec. Renah Pamenang

Indikasi Batubara berupa singkapan.

25

Batanghari

Daerah Jangga, Kec. Batin XXIV

Indikasi Batubara berupa singkapan.

26

Batanghari

Daerah Bajubang, Kec. Bajubang.

Nilai kalori 5.000-5.500 kal/g. Ketebalan rata-rata 3 m.

27

Batanghari

Daerah Petaling, Kec. Jambi Luar Kota

Indikasi Batubara berupa singkapan.

28

Batanghari

Daerah Jebak, Kec. Muaratembesi

Cadangan untuk Areal Prospek seluas 100 ha 4.700.000 ton. Nilai kalori 4.712-5.410 kal/g.

29

Batanghari

Daerah Ladang Peris, Kec. Muara Bulian

Nilai kalori 4.000-4.500 kal/g. Cadangan 390.000 ton.

30

Tanjab Barat

Daerah Lubuk Kambing, Kec. Tungkal Ulu

Indikasi Batubara berupa singkapan.

31

Tanjab Barat

Daerah Lubuk Bernai, Kec. Tungkal Ulu

Indikasi Batubara berupa singkapan.

32

Tanjab Barat

Daerah Suban, Kec. Tungkal Ulu

Indikasi Batubara berupa singkapan. 

33

Tanjab Barat

Daerah Dusun Mudo, Kec. Merlung

Indikasi Batubara berupa singkapan. 

34

Tanjab Barat

Daerah Rantau Benar, Kec. Merlung

Indikasi Batubara berupa singkapan.

35

Muaro Jambi

Daerah Tempino, Kec. Mestong

Cadangan Tereka 70 juta ton. Nilai kalori 5.315-5.975 kal/g.

36

Muaro Jambi

Daerah Desa Baru, Kec. Mestong

Cadangan Tereka 7 juta ton.